SEKILAS INFO
: - Monday, 21-10-2019
  • 1 tahun yang lalu / Mulai Senin (06/08/2018) SMP Negeri 3 Bangli (SEMIBA) mulai melaksanakan Lima Hari Sekolah atau yang lebih dikenal dengan istilah Full Day School. Semoga mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita.
  • 1 tahun yang lalu / SMP Negeri 3 Bangli mengadakan Rapat dengan Pengurus Komite, Orang Tua Siswa kela VII dan Tokoh – tokoh Masyarakat Desa Bunutin, Tamanbali dan Bebalang terkait Pelaksanaan Full Day School
  • 1 tahun yang lalu / Perwakilan SMPN3 Bangli (SEMIBA)  meraih Juara II Musik Tradisional dan Juara II Disain Poster Digital dalam ajang Lomba FLS2N Tingkat SMP Provinsi Bali.

IMPLEMENTASI SEMIBA NAWA KARSA SEBAGAI SEBUAH GERAKAN. 

SEMIBA NAWA KARSA sebagai sebuah gerakan dituangkan dalam sembilan gerakan pendidikan dan inovasi di SMP Negeri 3 Bangli. Kesembilan  gerakan tersebut masing-masing terdiri dari sembilan  indikator, sehingga jumlah semuanya  delapan puluh satu indikator. Ke delapan puluh satu indikator  tersebut menginspirasi warga SEMIBA  antara lain:

  1. GERAKAN KEJUJURAN

Dalam  gerakan kejujuran ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Mengembalikan ke sekolah jika menemukan uang/barang dimanapun.
  2. Berbelanja di kantin kejujuran sekolah.
  3. Tidak ngutil berbelanja dimanapun.
  4. Tidak menyontek jika ulangan.
  5. Mengakui kesalahan jika kita salah.
  6. Suka memaafkan orang lain.
  7. Mengakui kelebihan orang lain.
  8. Mengucapkan terimakasih pada orang yang layak diberi ucapan terimakasih.
  9. Berfikir, berkata, bertindak yang baik dan benar.
  10. GERAKAN HORMATI GURU

Dalam gerakan hormati guru  ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Mengucapkan salam pada orang tua, guru, pegawai, dan semua orang dilingkungan sekitar siswa.
  2. Menuruti dan menaati nasehat guru di sekolah.
  3. Menuruti dan menaati nasehat orang tua.
  4. Membantu orang tua di rumah dan gotong royong di masyarakat.
  5. Mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolah seperti PR dan lainnya.
  6. Melaksanakan dan menaati tata tertib dan tata krama sekolah.
  7. Melaksanakan aturan yang berlaku sesuai peraturan yang berlaku di NKRI.
  8. Tidak boleh menentang guru karena hal tersebut dinamakan alpaka
  9. Melaksanakan sradha bhakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan masing-masing.
  10. GERAKAN PENUMBUHAN BUDI PEKERTI

Dalam gerakan penumbuhan budi pekerti ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Memberikan inspirasi pada siswa melalui suluh pagi (ucapan semangat pagi, informasi wariga (kalender Bali), bercerita, bernyanyi, dll)
  2. Melaksanakan Puja Tri Sandhya (untuk umat Hindu) setiap pagi dan siang, dan umat non Hindu sesuai keyakinan masing-masing.
  3. Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin dan hari besar nasional
  4. Mengumandangkan yel-yel inspiratif setiap hari.
  5. Melaksanakan gerakan wajib pramuka setiap hari sabtu.
  6. Menghafalkan hal-hal terkait Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  7. Menyanyikan lagu-lagu inspiratif menjelang pulang sekolah.
  8. Mengisi hiburan (bernyanyi, mesatua/bercerita, dll) pada saat jam istirahat.
  9. Melaksanakan program otonan (bagi umat Hindu) dan program SETIA (Semiba Tiga Bahasa) setiap hari.
  10. GERAKAN WAJIB MEMBACA (LITERASI)

Dalam gerakan wajib membaca ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Wajib membaca di sekolah sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
  2. Menulis resume setiap mendapat jadwal wajib membaca.
  3. Tampil mewakili kelas setiap sabtu sebagai hasil literasi setiap minggu
  4. Melaksanakan evaluasi program literasi setiap hari sabtu.
  5. Meminjam dan mengembalikan buku diperpustakaan sesuai aturan
  6. Memelihara buku dengan sebaik baiknya.
  7. Membiasakan membaca setiap hari di rumah.
  8. Menyeimbangkan membaca buku bidang akademik maupun non akademik
  9. Menjadikan gerakan wajib membaca menjadi budaya hidup.
  10. GERAKAN WAJIB BELAJAR

Dalam gerakan wajib belajar ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Wajib melaksanakan program KARUNIA (Kegiatan Rutin Internal SEMIBA) selama seminggu menjelang proses belajar mengajar pagi antara lain: SENIN (Upacara Bendera),  SELASA DAN KAMIS (Suluh pagi), RABU (literasi), JUMAT (kebersihan), DAN SABTU (wirasa dan pengembangan diri).
  2. Membawa buku paket mata pelajaran, buku catatan, dan buku tugas/latihan sesuai jadwal pelajaran di sekolah.
  3. Melaksanakan kelompok belajar di luar jam sekolah yang bermanfaat.
  4. Mengisi jurnal pelajaran dan absensi kelas sebaik-baiknya.
  5. Belajar di rumah dari jam 19.00 – 21.00 Wita.
  6. Tidak menghidupkan HP dan TV pada jam wajib belajar dan menggunakan HP untuk hal bermanfaat.
  7. Konsultasi dengan guru mapel/BK jika ada hambatan belajar dan lainnya.
  8. Memasang slogan-slogan di tempat belajar sebagai motivasi belajar
  9. Menjadikan gerakan wajib belajar menjadi budaya hidup.
  10. GERAKAN KEBERSIHAN

Dalam gerakan kebersihan  ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Melaksanakan kelompok kerja kebersihan di sekolah sesuai jadwal setiap hari.
  2. Melaksanakan kebersihan di rumah setiap hari.
  3. Menempatkan tong sampah pada tempatnya.
  4. Mencabut rumput liar yang mengganggu tanaman.
  5. Berjalan tidak menginjak rumput/tanaman yang dipelihara.
  6. Memilah sampah organik dan anorganik.
  7. Membuat bank sampah di rumah.
  8. Memberdayakan mesin kompos dan komposter.
  9. Menjadikan gerakan kebersihan menjadi budaya hidup.
  10. GERAKAN PEDULI SARANA PRASARANA

Dalam gerakan peduli sarana prasarana ini yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Memelihara sarana dan prasarana dengan baik.
  2. Menempatkan sarana prasarana pada tempatnya.
  3. Menggunakan sarana prasarana sekolah sebaik-baiknya.
  4. Tidak boleh mengambil/membawa sarana prasarana milik sekolah.
  5. Memperbaiki posisi sarana prasarana yang kurang bagus/sudah rusak.
  6. Tidak boleh corat-coret yang tidak bermanfaat di manapun.
  7. Mematikan air di keran yang tidak dipakai dimanapun.
  8. Mematikan listrik yang menyala jika tidak berfungsi dimanapun.
  9. Melaporkan ke pihak sekolah  jika ada yang tidak peduli sarana prasarana.
  10. GERAKAN RELAWAN PENDIDIKAN

Dalam gerakan relawan pendidikan ini, yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Orang tua ikut membina di rumah dan menyampaikan permasalahan putra putrinya kepada pihak sekolah.
  2. Orang tua wajib mendampingi siswa belajar dan senantiasa menyempatkan berkomunikasi setiap hari.
  3. Orang tua/tokoh masyarakat melarang siswa keluar pada jam 19.00 – 21.00 wita kecuali alasan penting seijin orang tua.
  4. Orang tua diharapkan tidak menghidupkan HP dan TV pada jam wajib belajar
  5. Tokoh masyarakat ikut melaksanakan pembinaan siswa yang ada dilingkungannya.
  6. Guru melaksanakan program oka anyar sebagai antisipasi siswa yang berpotensi gagal dalam pendidikan.
  7. Siswa melaksanakan program wargi anyar sebagai konsep panyamabrayan.
  8. Mengisi buku jurnal kegiatan setiap hari baik di rumah maupun di sekolah sebagai penghubung orang tua dan sekolah.
  9. Guru/wali kelas/bimbingan dan konseling (BK) wajib melaksanakan visitasi/berkunjung ke rumah siswa sesuai kebutuhan/kepentingan.

 

  1. GERAKAN MENABUNG

Dalam  gerakan menabung ini indikator yang patut dilaksanakan antara lain:

  1. Belajar hidup hemat/tidak boros.
  2. Menerapkan pola hidup sederhana.
  3. Menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan/skala prioritas kebutuhan.
  4. Belajar mengatur uang yang dimiliki.
  5. Belajar disiplin karena menabung membutuhkan konsistensi dan ketekunan.
  6. Tabungan bersumber dari penyisihan bekal siswa bukan meminta uang tabungan yg memberatkan orangtua.
  7. Belajar menata dan merencanakan masa depan lebih baik lewat menabung.
  8. Menanamkan sikap bijak dan bertanggungjawab.
  9. Tidak bersifat loba/tamak/rakus dan ingin untung sendiri.
error: Content is protected !!