SEKILAS INFO
: - Monday, 21-10-2019
  • 1 tahun yang lalu / Mulai Senin (06/08/2018) SMP Negeri 3 Bangli (SEMIBA) mulai melaksanakan Lima Hari Sekolah atau yang lebih dikenal dengan istilah Full Day School. Semoga mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita.
  • 1 tahun yang lalu / SMP Negeri 3 Bangli mengadakan Rapat dengan Pengurus Komite, Orang Tua Siswa kela VII dan Tokoh – tokoh Masyarakat Desa Bunutin, Tamanbali dan Bebalang terkait Pelaksanaan Full Day School
  • 1 tahun yang lalu / Perwakilan SMPN3 Bangli (SEMIBA)  meraih Juara II Musik Tradisional dan Juara II Disain Poster Digital dalam ajang Lomba FLS2N Tingkat SMP Provinsi Bali.
Contoh Pidato Pendidikan

Om Swastyastu,

Yang terhormat, bapak kepala SMP Negeri 3 Bangli. Yang terhormat, bapak ibu guru dan staff dan keluarga besar SMPN 3 Bangli. Yang tercinta teman-temanku semuanya. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu pada hari yang indah ini. Terimakasih saya ucapkan atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato yang berjudul “Indonesia Butuh Pendidikan Moral”.

Teman temanku yang saya cintai,

Pendidikan moral merupakan momok dasar yang harus diajarkan kepada generasi sekarang ini. Bagaimana tidak, di media sosial atau televisi kasus kekerasan seringkali kita jumpai bahkan terkadang tidak sedikit orang yang menyaksikan kekerasan tersebut secara langsung. Sayangnya, pendidikan moral ini yang seharusnya dijadikan pendidikan utama dalam tingkat sekolah formal, justru sering diabaikan. Para guru hanya dituntut untuk membuat siswa mereka menjadi pandai. Para guru hanya terfokus pada setiap subjek yang akan mereka sampaikan. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat kasus-kasus yang terkadang terjadi disekolah seolah tidak menjadikan koreksi bagi para guru. Sekolah hanya menyediakan fasilitas melalui guru BP yang bertugas menegur sikap siswa. Sekolah mungkin menganggap bahwa fasilitas ini sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa yang bermasalah. Namun, para guru lupa bahwa kasus-kasus siswa yang terjadi sebenarnya dapat ditanggulangi sehingga kasus tersebut tidak perlu terjadi. Karenanya, pendidikan moral harus di patenkan menjadi salah satu pelajaran wajib disekolah.

Ketika siswa ditanya lebih penting mana antara moral dan pengetahuan? Maka jawabanya pasti pengetahuan. Namun, apabila pertanyaan ini di lontarkan kepada guru. Mereka pasti tak mampu menjawab karena meskipun mereka menyadari keduanya penting namun disekolah mereka hanya terfokus mengajarkan pengetahuan saja. Hal ini tentulah dapat dijadikan koreksi betapa pentingnya pendidikan moral.

Bagi generasi muda, jangan lelah menggapai cita. Tetap berusaha, rajin belajar dan tidak pantang menyerah. Selalu hormati orang tua, guru, dan sayangi sesama teman. Satu hal yang pasti, hindari kekacauan, hilangkan tingkah laku buruk, kobarkan persatuan dan jaga nama baik Negara kita Indonesia.

Demikianlah sedikit kata yang bisa saya sampaikan, terimakasih.

Om Santih, Santih, Santih, Om

TINGGALKAN KOMENTAR

error: Content is protected !!